Jogja Gallery

Visit Jogja Gallery
Jl. Pekapalan 7, Alun-Alun Utara
Yogyakarta - Indonesia
Telp. +62-274 419999, 412021, 7161188
Fax. +62 274 412023
Email: jogjagallery@yahoo.co.id

EKSPRESIF

  • Tanggal: 13 Mar 2010 - 10 Apr 2010
  • Kurator: Jogja Gallery

Pameran Seni Visual EKSPRESIF
Jogja Gallery, Yogyakarta | 13 Maret – 10 April 2010


Tentang Pameran
Salam budaya,

Setelah kesekian kalinya, kami tidak menggelar acara ceremony pembukaan pameran, kali ini kami mengundang kerabat, sahabat, kolega dan masyarakat umum untuk menikmati pameran ke-53 di Jogja Gallery. Sebagai informasi, meski pun kami tidak menggelar acara pembukaan pameran, selama bulan Desember 2009 – hingga Februari 2010, kami telah menggelar 3 pameran berturut-turut yakni: pameran seni visual A Tribute [14 November – 30 Desember 2009], pameran tunggal seni patung karya Edhi Sunarso, Retrospeksi [14 – 21 Januari 2010] dan pameran program konsinyasi GoldenBox # 4 [29 Januari – 28 Februari 2010].

Pada kesempatan yang baik ini, Jogja Gallery kembali menggelar pameran yang merupakan koleksi dari Jogja Gallery sendiri dan beberapa kolega kami [mohon maaf, atas alasan privasi, kami tidak dapat menyebutkan siapa saja kolega yang dimaksud]. Pameran ini kami tandai dengan tajuk ’EKSPRESIF’. Dikarenakan pameran ini merupakan pameran seni visual yang khusus menampilkan 115 karya-karya 2 dimensi [lukisan] dari 62 perupa [nama-nama [perupa tercantum di atas] dari berbagai generasi dan usia. Dari perupa yang sudah almarhum hingga perupa yang masih eksis hingga sekarang. Masing-masing ekspresi, karakter dan ciri khas perupa terlihat dalam karya-karya mereka dalam pameran ini.

Pameran semacam ini, maksudnya pameran yang menggelar koleksi [bukan milik perupa langsung] terakhir kali diselenggarakan di Jogja Gallery saat pameran berjudul ’Kisah di Balik Koleksi – 70 tahun dr. Oei Hong Djien’, 12 April – 3 Mei 2009 yang lalu.

Kesamaan dari cerita dibalik pameran ini adalah bagaimana uniknya mendapatkan atau membeli karya-karya tersebut. Semisal ada karya yang didapatkan dengan harga relatif murah karena penjualnya tidak mengetahui nilai karya yang sesungguhnya. Cerita lain, bagaimana salah atau lebih karya didapatkan, karena si kolektor memberikan sponsor saat si perupa menggelar pameran tunggal mau pun pameran bersama dan masih banyak cerita unik lainnya. Sayangnya, banyak diantara karya-karya ini tidak tercantum lengkap data karyanya, misal judul karya dan tahun pembuatan. Yang berhasil dicatat, karya paling lama adalah pembuatan tahun 1989 dan yang paling baru, tahun 2009.

Dari sekian banyak karya yang dipamerkan tersebut, dapat ditarik benang merah sisi historis si perupa. Bagaimana perkembangan berkarya seorang Entang Wiharso yang dapat dilihat pada karyanya di tahun 2005, yang berjudul Self Portrait. Demikian juga dengan seorang Dipo Andy dengan teknik cat air di atas kertasnya di era tahun 1997, yang mungkin sangat berbeda jauh dengan karya-karyanya saat ini. Dalam pameran ini, kita diingatkan pula beberapa perupa yang masih hidup namun tidak terdengar keeksisnya berkarya dalam beberapa ajang pameran, seperti perupa Agus Sahri dan Daniel Adenis. Apa kabar dengan mereka sekarang?

Untuk itu, pameran ini diharapkan juga sebagai ajang reuni, reintrospeksi dan melihat garis kesejarahan berkarya setiap perupa yang berpartisipasi di dalamnya. Mengundang mereka untuk mengenang karya-karya ciptaan mereka di masa dahulu dan bercerita kembali dengan gaya dan konsep yang lebih matang saat ini.

Namun demikian, dalam kesempatan pameran ini, karya-karya yang sedang dipamerkan saat ini tidak hanya diapresiasi semata oleh pengunjung pameran. Tetapi karya-karya tersebut juga bisa dimiliki [alias dijual] apabila ada pengunjung yang berminat mendapatkannya.

Atas nama seluruh manajemen Jogja Gallery dan kolega, kami mengucapkan selamat menikmati dan semoga terinspirasi dengan hadirnya karya-karya dari ke-63 perupa ini.

Media Partner
Kabare Magazine, SKH Kompas, Harian Pagi Bernas Jogja, SKH Kedaulatan Rakyat, Jogja News.Com, Gudeg Net, Radio RRI Pro 2 – 102.5 Fm, Basonta Printing Station

Partner
Royal Garden Restaurant, Novotel Hotel Yogyakarta, Jogjakarta Plaza Hotel, The Phoenix Hotel Yogyakarta, Pendopo Cafe Net, PT. Dakota, Toko Buku Toga Mas

Perupa :
Abas Alibasyah, Agus Sahri, Agus Triyanto BR, Ahmad Sobirin, Aming Prayitno, Andi Firmanto, Bagong Kussudiardja, Bayu Wardana, Bonny Setiawan, Budi Ubrux, Cement, Daniel Adenis, Dipo Andy, Dodot, Dwi Martono, Edi Maesar, Ekki, Entang Wiharso, Faisal, Hamdan TT, Hans Hartung, Harlen Kurniawan, I Gede Arya Sucitra, I Nengah Wirakusuma, Iqrar Dinata, Irsam, Iskandar, Joko ’Gundul’ Sulistiono, Juni Wulandari, Karte Wardaya, Klobot, Lahendra T, Ledek Sukadi, Lucia Hartini, Lulus Santosa, M. Alimin Suwandi, M Sinick, Made Toris Mahendra, Mahyar, Martono, Nasirun, Nyoman Sukari, Otto Djaja, Priyaris Munandar, Puji Rahayu, Pupuk Daru Purnomo, Putut, Revi Erwansyah, SK Hidayat, Saptoto, Sukamto, Sumadi, Suminto, Susapto Murdowo, Suwaji, Syahwil, Tulus Warsito, Udin Kuru, Wayan Widianta, Wijang Rinanto, Yerry Padang, Z. Teguh Suwarto


Agenda Jogja Gallery